Entah sudah berapa banyak media yang menuliskan tentang kondisi Pak Harto saat ini, dan mengaitkannya dengan berbagai hal. Ada yang memihak, melawan, cover both sides, dan ada yang main aman berdiri di tengah.
Saya tidak ingin membahas kondisi Pak Harto saat ini, lagipula televisi sudah menyiarkannya setiap waktu, lengkap dari berbagai sisi yang coba dikupas, dan terus di-update lebih dari laporan perkembangan pasar modal atau nilai tukar Rupiah terhadap Dollar. RSPP, Cendana, Kalitan Solo, hingga Astana Giri Bangun terus dipantau oleh jurnalis, mereka tak ingin kehilangan moment, begitu juga khalayak.
Melalui tulisan ini saya mencoba membuka kembali memori kita tentang catatan sejarah Indonesia yang pernah kita dapatkan dari buku SD. Lebih tepatnya saya ingin menggiring anda pada satu ‘perkamen' bernama Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret). Kenapa? Karena dengan adanya Supersemar, situasi politik di Indonesia mengalami perubahan, kekuasaan Bung Karno meredup, dan kekuasaan Jenderal Suharto meningkat. Supersemar dianggap sebagai penyerahan dan perpindahan kekuasaan. Supersemar adalah monumen awal duduknya Jenderal Suharto di kursi kepresidenan, lalu menjadi seorang pemimpin dan penguasa yang cenderung Machiavelli minded -mungkin Pak Harto juga sudah membaca Il Principe yang legendaris itu.
SEINGAT pelajaran sekolah tentang sejarah Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret), penjelasannya sesuai apa yang tertuang didalam buku maupun apa yang telah dijelaskan oleh guru sejarah perjungan bangsa. Setelah adanya perkembangan kehidupan berbangsa, dan pertumbuhan sikap kritis terhadap nilai sejarah bangsa, beberapa pendapat memandang adanya tujuan supersemar yang dinilai masih bersifat kontroversial. Namun terlepas dari unsur pro dan kontra tentang peristiwa sebenarnya, bila ditilik dari fakta sejarah yang telah diungkapkan, pasti ada makna penting yang patut dipertimbangkan dan dikembangkan sebagai bahan pelajaran utama bagi kiprah perjalanan bangsa. Berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber informasi situs sejarah bangsa, nilai makna mendasar bisa ditelusuri dari bagaimana isi sejarah surat perintah sebelas maret tersebut diterbitkan. Bila ditelaah dari isi supersemar itu, ada 3 (tiga) makna kajian nilai historis yang bisa dikembangkan bersama.
1. Adanya Perintah Tugas Demi Persatuan dan Kesatuan Bangsa
“Mengambil segala tindakan jang dianggap perlu, untuk terdjaminnja keamanan dan ketenangan serta kestabilan djalannja Pemerintahan dan djalannja Revolusi, serta mendjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimin Besar revolusi/mandataris MPRS, demi untuk keutuhan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, dan melaksanakan dengan pasti segala adjaran Pemimpin Besar Revolusi.”
Inilah jenius-jenius Indonesia di luar negeri. Inilah orang-orang “terbuang” dari Indonesia, semoga dapat membuat kita menjadi termotivasi
March Boedihardjo ==> HONG KONG – Bocah Indonesia, March Boedihardjo, mencatatkan diri sebagai mahasiswa termuda di Universitas Baptist Hong Kong (HKBU). March akan memiliki gelar sarjana sains ilmu matematika sekaligus master filosofi matematika. Karena keistimewaannya itu, perguruan tinggi tersebut menyusun kurikulum khusus untuknya dengan jangka waktu penyelesaian lima tahun(dari 2007). Ketika ditanya tentang cara beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru, March mengaku tidak pernah cemas berhadapan dengan teman sekelas yang lebih tua darinya. ”Ketika saya di Oxford, semua rekan sekelas saya berusia di atas 18 tahun dan kami kerap mendiskusikan tugas-tugas matematika,’’ kisahnya. March memang menempuh pendidikan menengah di Inggris. Hebatnya, dia masuk dalam kelas akselerasi, sehingga hanya perlu waktu dua tahun menjalani pendidikan setingkat SMA itu. Hasilnya, dia mendapat dua nilai A untuk pelajaran matematika dan B untuk statistik. Dia juga berhasil menembus Advanced Extension Awards (AEA), ujian yang hanya bisa diikuti sepuluh persen pelajar yang menempati peringkat teratas A-level. Dia lulus dengan predikat memuaskan. Dalam sejarah AEA, hanya seperempat peserta AEA yang bisa mendapat status tersebut.
Para perokok dianggap memiliki indeks tingkat kecerdasan (IQ) yang lebih rendah ketimbang mereka yang bukan perokok. Makin banyak rokok yang dihisap, makin rendah pula indeks IQ yang bersangkutan.
Demikian menurut tes di Israel, yang hasilnya dimuat dalam suatu jurnal ilmiah, Addiction. Tes itu melibatkan lebih dari 20.000 personil militer Israel yang baru direkrut.
Tim peneliti pimpinan dr. Mark Weiser dari Rumah Sakit Sheba Medical Center, Tel Hashomer, mengungkapkan bahwa dari hasil penelitian, para pria muda yang mengisap minimal sebungkus rokok dalam sehari memiliki skor IQ 7,5 lebih rendah dari yang bukan perokok.
“Remaja yang memiliki skor IQ yang rendah kemungkinan besar akan dilibatkan dalam program anti merokok,” demikian kesimpulan tim peneliti dalam jurnal terbaru Addiction, seperti yang dikutip laman harian China Daily, Rabu 24 Februari 2010.
Penelitian itu melibatkan 20.211 pemuda berusia 18 tahun, yang baru direkrut sebagai tentara Israel. Tes itu tidak mencantumkan mereka yang bermasalah dengan gangguan kesehatan, karena sudah pasti mereka tidak lulus menjadi tentara.
"Perhatikan kebiasaanmu, karena itu akan menjadi karaktermu. Bangunlah karaktermu, karena itu akan menentukan masa depanmu."
Stop Press
Designed by Karsa Mandiri Persada
Jl. Pulokambing No. 9
Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Timur 13930
No. Telp : 021-4619151 (Hunting)
No. Faks : 021-4612217